Again
Kyknya yg gue minta itu lumrah bgt deh, knp malah menjadi sesuatu yg besar gini? Hal yg gue minta semestinya ga perlu di ulang-ulang. Bahkan memang sdh seharusnya hal itu ada di antara 'kita' tanpa perlu diminta. Sangat basic sekali bahkan, knp malah dianggap pressure ya? Padahal itu salah satu tugas knp adanya gue diantara 'kita'. Gue yakin kok, kalo kalian tau apa maksud gue, bahkan nganggep ini sepele bgt, tp kalo dilakukan trs berulang dan dlm skala waktu yg sangat sempit, gmn? Msh bs dianggap sepele? And AGAIN, malah berujung ke satu jurang yg mestinya ga usah ada, tp malah terpampang lebar didepan mata gue sekarang.
And when u have a million reason to give up, there's just one thing pull u back, love.
At this moment, I can't give up. I can't goin back though.
Should I? Should I give this 'love reason' to those who didn't believe love at all?
Or, should we give up?
Tomorrow sun rise I declare as a deadline.
God, u know what I asked for *wink* *crossedfinger*
Comments
Post a Comment